Selasa, 06 Januari 2015

Teori Motivasi

Motivasi merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam menentukan perilaku
seseorang, termasuk perilaku kerja. Untuk dapat memotivasi seseorang diperlukan
pemahaman tentang bagaimana proses terbentuknya motivasi. Motivasi dapat
diartikan sebagai faktor-faktor yang mengarahkan dan mendorong perilaku atau
keinginan seseorang untuk melakukan suatu kegiatan yang dinyatakan dalam bentuk
usaha yang keras atau lemah (Marihot, 2002, hal : 320). Motivasi mempersoalkan
bagaimana caranya mengarahkan daya dan potensi bawahan, agar mau bekerjasama
secara produktif berhasil mencapai dan mewujudkan tujuan yang telah ditentukan.
Pentingnya motivasi karena motivasi adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan dan
mendukung perilaku manusia, supaya mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil
yang optimal (Malayu, 2000, hal : 140). Dari pendapat-pendapat di atas dapat
disimpulkan bahwa motivasi merupakan dorongan/semangat kerja yang timbul demi
mencapai keinginan diri dan tujuan dari suatu organisasi. 

Teori motivasi menurut Abraham H. Maslow
Manusia dimotivasi untuk memuaskan sejumlah kebutuhan yang melekat pada diri
setiap manusia yang cendrung bersifat bawaan. Kebutuhan ini terdiri dari lima jenis
dan terbentuk dalam suatu tingkat atau hirerarki kebutuhan, yaitu :
1. Kebutuhan fisiologikal, seperti sandang, pangan dan papan.
2. Kebutuhan keamanan, tidak hanya dalam arti fisik, akan tetapi juga mental
psikologikal dan intelektual.
3. Kebutuhan sosial, berkaitan dengan menjadi bagian dari orang lain, dicintai orang
lain dan mencintai orang lain.
4. Kebutuhan prestise yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbol-simbol
status.
5. Aktualisasi diri dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk
mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi
kemampuan nyata.

Teori motivasi menurut Clayton Alderfer
Teori Alderfer dikenal dengan akronim “ERG” yang merupakan huruf-huruf pertama
dari tiga istilah, yaitu :
E = Existence (identik dengan hierarki pertama dan kedua teori maslow).
R = Relatedness (senada dengan hierarki ketiga dan keempat konsep maslow).
G = Growth (mengandung makna yang sama dengan hierarki kelima maslow).

 Teori motivasi menurut Herzberg
Teori yang dikembangkan oleh Herzberg dikenal dengan “Model dua faktor” dari
motivasi, yaitu faktor motivasional dan faktor higiene atau “pemeliharaan”.
Faktor motivasional adalah hal-hal pendorong berprestasi yang sifatnya
intrinsik, yang berarti bersumber dari dalam diri seseorang, sedangkan yang dimaksud
dengan faktor higiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik
yang berarti bersumber dari luar diri seseorang, misalnya dari organisasi, tetapi turut
menentukan perilaku seseorang dalam kehidupan kekaryaannya.
Menurut Herzberg, yang tergolong sebagai faktor motivasional antara lain
ialah pekerjaan seseorang, keberhasilan yang diraih, kesempatan bertumbuh,
kemajuan dalam berkarir dan pengkuan orang lain. Sedangkan faktor-faktor higiene
atau pemeliharaan mencakup antara lain status seseorang dalam organisasi, hubungan
seorang karyawan dengan atasannya, hubungan seseorang dengan rekan-rekan
sekerjanya, kebijaksanaan organisasi, sistem administrasi dalam orgnisasi, kondisi
kerja dan sistem imbalan yang berlaku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar